Presenter. Itulah kata yang ditujukan buat mereka yang berprofesi sebagai pembawa berita, pembawa acara atau pemandu suatu acara baik di Televisi maupun di Radio. Menjadi Presenter, bukanlah hal yang mudah. Seorang presenter, harus memiliki kecakapan dan pengetahuan yang cukup agar tugas yang dilaksanakan berjalan dengan baik. Bukan sesuatu yang hanya bermodalkan mental dan keberanian, apalagi hanya modal keinginan untuk masuk TV atau didengar suaranya lewat Radio. Karena, jika seperti itu yang terjadi maka hasilnya akan repot. Dan bisa jadi akan menjadi bahan tertawaan pemirsa yang menyaksikan tingkah laku presenter tersebut dilayar kamera atau mendengarkan lewat siaran Radio.
Kendari TV, merupakan salah satu TV swasta yang beroperasi di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Bebagai aktivitas-aktivitas aktual yang terjadi di Kota Kendari dan sekitarnya disiarkan lewat stasiun ini. Program-program informasi pengetahuan dan pemahaman kepada masyarakat baik siaran langsung maupun siaran ulang dapat disaksikan lewat Stasiun ini. Baik informasi bidang sosial, budaya, sosial politik, agama, iptek dan lain sebagainya. Sehingga keberadaan stasiun ini sebagai sarana informasi dan komunikasi masyarakat Kota kendari dan sekitarnya sangat bermanfaat.
Salah satu program siaran langsung yang dilaksanakan oleh stasiun TV ini adalah sebuah acara keagamaan yang dikemas dalam acara “Serambi Ilahi”, yang merupakan kajian terhadap ilmu-ilmu agama islam. Program ini dilaksanakan pada setiap hari Jum’at, pukul 17.00 - 18.00 WITA. Bukan hanya sekedar Kultum, tetapi juga dalam bentuk interaktif dengan audiens baik pengunjung di studio maupun pemirsa dirumah.
Hari jum’at kemarin (4/4/08) Giliran Ustadz. Zezen yang meberikan materi pada acara ini. Beliau adalah Ustadz yang memiliki pemahaman agama yang banyak karena beliau adalah Alumni Universitas Islam Madinah, yang sekarang bekerja untuk Kerajaan Saudi Arabia, yakni sebagai da’i Atase. Pada musim haji kemarin, beliau menjadi pendamping jama’ah haji dari Indonesia yang ditugaskan oleh Pemerintah. Kali ini, materi yang akan dibahas adalah Hadits arba’in An-Nawawiah yang rencananya akan dilaksanakan pada setiap pekan hari jum’at, jam yang sama. Jadi kalau anda yang bermukim di Kota kendari dapat menyaksikan langsung acara ini.
Kembali kemasalah Presenter. Apa yang menarik? Mungkin saja apa yang saya tulis ini tidak menarik. Tetapi sesungguhnya saya sengaja buat tulisan ini sebagai bentuk pengalaman pribadi, juga sebagai pengetahuan baru untuk mereka yang coba-coba atau mau menjadi Presenter baik di TV maupun Radio.
Seperti ini ceritanya dari awal. Walaupun cerita saya ini sebaian saya langkahi. Siang hari jum’at kemarin (4/4/08), sekitar pukul 14.40 Wita, seperti biasa saya duduk-duduk di Warnet Azfira bersama teman yang juga operator Warnet ini. Saya lagi istrahat, menyelesaikan tugas translate Mahasiswa Ekonomi Koperasi. Mereka menginginkan agar kami menyelesaikan tugas translate mereka. Maka mulailah dialog antara saya dan teman ini.
“Sebentar sore saya mau ikut ta’lim di Kendari TV. Pematerinya Ust. Zezen, Biar warnet dijaga oleh yang satunya” Kata teman saya.
Rupanya teman saya ini teringat bahwa Presenter tidak ada. Maka dia kembali katakan kepada saya ” Antum mau jadi Presenter sebentar ?” Kalau antum mau sekarang pergi sama Abu Fatur. Bilang saja bahwa antum yang jadi presenter sebentar karena ikhwah yang lain tidak bisa” lanjutnya. Ada yang dia sebutkan lagi sakit, dan ada yang dia sebutkan lagi keluar.
Saya terdiam sebentar. Sambil berpikir apakah saya mau atau tidak. Teman saya tersebut kembali mengajak saya untuk menjadi Presenter. Akhirnya saya katakan ” saya tidak mau menawarkan diri. Tetapi jika saya ditawarkan, maka saya mau”.
Teman saya katakan ” Nanti saya yang bilang sama Abu Fatur”.
Setelah selesai percakapan itu, saya melihat masalah-masalah yang dihadapi oleh pelanggan. Waktu terus berjalan, sampai akhirnya masuk waktu Ashar. Sebelum masuk waktu, saya balik kekamar untuk berganti pakaian. Setelah itu menuju ke Mesjid untuk shalat ashar. Belum sampai saya di mejid, Abu Fatur udah menjemput saya. Beliau mengatakan “Akhi, antum kemari dul cepat,…. Masya allah’. Beliau berkata kepada saya sambil tersenyum. Saya sudah tahu maksudnya bahwa saya akan disuruh untuk menjadi presenter saat kegiatan sebentar. Ketika bertemu, beliau langsung mengatakan maksudnya kesaya untuk menjadi Presenter diacara tersebut. Saya katakan ” apakah tidak ada ikhwah lain yang bisa?” “Tidak ada” Begitu kata abu fatur. Saya belum mengiyakan karena saya mau berwudhu. Ketika sedang berwudhu, teman yang lain katakan ” Bin, entar kamu jadi presenter ya” “Apa tidak ada yang lain?” Kataku. “tidak ada” Begitu katanya. Saya kembali sibuk dengan wudhu saya.
Singkat cerita, selesai ashar saya disuruh untuk mempelajari tentang biografi Imam Nawawi penulis buku Hadits arba’in. Saya membaca sekilas tentang beliau dalam Buku 60 Biografi Ulama Salaf, karya Syaikh Ahmad Farid. Poin-poin penting saya catat. kemudian saya bertanya tentang Format kegiatan, rupanya tidak ada yang mengetahuinya. Wah repot nih, begitu pikiran saya. Belum selesai menulis Biografi singkat Imam Nawawi, Ustadz Pemateri datang menjemput dengan Mobilnya. Sebagian ikhwah memanggil yang lain untuk ikut sebagai audiens. Tidak lama kemudian, kami berangkat menuju Stasiun Kendari TV tempat acara tersebut. Didalam mobil, saya bertanya kepada ustadz tentang format acara. Kemudian Ustadz menjelaskan dengan singkat. Saya belum terlalu mengerti karena masih kurang jelas apa-apa yang harus saya lakukan. Sesampai di Kantor KTV, kami dipersilahkan menuju kelantai 3, studio khusus siraman Rohani. Waktu kurang lebih sekitar 15 menit ketika kami sampai di KTV.
Dalam waktu yang singkat itu, saya mendapatkan kursus kilat dari Produser tentang model dan format acara. Diajarkan bagaimana cara menyapa Pemirsa, bagaimana kalau masuk Iklan dan hal-hal lain terkait dengan jalannya acara. Tidak banyak hal yang tersimpan dimemori saya.
Waktu terus berjalan sampai akhirnya masuk acara. Pemandu katakan kepada saya “siap-siap” Saya pun siap-siap. Kemudian di katakan lagi “Mulai” maka sayapun memulainya.
Tentu saja, sebagai orang yang baru dalam hal seperti itu, barusan dikutip dengan kamera langsung siaran langsung. Tentu ada sedikit grogi. Walaupun mental dan keberanian tetap ada, tetapi pelaksanaan kegiatan tidak berjalan dengan lancar. Memang tidak ada kesalahan yang sangat serius tetapi kesalahan-kesalahan Kecil banyak dilakukan. Senatiasa tunduk, hanya sesekali memandang kamera, Banyak memotong pembicaraan Ustadz, tidak banyak mengajukan pertanyaan, salah dalam membaca Hadits, sampai pada kesalahan penyebutan kegiatan ketika diakhir acara. Malahan sempat ditegur oleh pemandu ketika iklan berlangsung lewat HT yang diberikan kesaya.
Yang jelasnya, hal yang saya lakukan sebagai presenter perdana masih sangat banyak kekurangan. Tidak ada kesiapan dari awal, pemberitahuan yang mendadak, serta kurang pengetahuan tentang menjadi seorang MC yang baik menjadi sebab kekurangbagusnya penampilan saya. Tidak ada masalah buat saya. Tidak apa-apa dikatakan oleh pemirsa bahwa presenternya tidak bagus, kurang mental dan perlu banyak belajar. Tidak ada masalah saya ditertawai oleh teman-teman. Paling tidak, pengalaman terbaik yang saya dapatkan tidak didapatkan oleh rekan-rekan yang lain. Keberanian yang saya tunjukan untuk berhadapan dengan ratusan bahkan ribuan warga kota kendari yang menyaksikan acara ini tidak dimiliki oleh teman-teman yang lain. Kesalahan-kesalahan yang saya lakukan sebagai pengalaman dan pengetahuan baru buat saya untuk memperbaiki diri. Sayapun akan berusaha menjadi orang yang mampu mengambil pelajaran dari kesalahan-kesalahan yang saya lakukan ketika menjadi seorang presenter. Jadi kedepan, insya allah dengan pelajaran yang didapatkan sebelumnya menjadikan saya untuk mengurangi kesalahan yang saya lakukan atau bahkan tanpa salah sama sekali. Mudah-mudahan kedepan saya dipanggil lagi untuk menjadi presenter kegiatan tersebut. Do’akan ya… mudah-mudahan hari esok labih baik dari pada hari ini. Terima kasih.